Senin, 27 Februari 2012

Budaya Papua Barat Seni Kebudayaan Tradisional Daerah Papua Barat

 - Pulau Papua atau Irian Jaya terbagi dalam dua provinsi yaitu provinsi Papua dan Papua Barat. Kalau dalam tulisan sebelumnya tentang budaya Papua sekarang kita kenali yuk budaya dari provinsi Papaua Barat. Mungkin tidak beda jauh karena sebelumnya di wilayah Papua ini hanya terdapat satu provinsi saja.

Sebelumnya baca juga ya tentang  Budaya Papua Seni Kebudayaan Tradisional Daerah Papua Indonesia yang sudah di tulis sebelumnya dari aneka ragam budaya Indonesia .   Sekarang lanjut aja yo tentang Budaya Papaua Barat. Sebelumnya provinsi Papua Barat adalah Irian Jaya Barat  adalah salah satu provinsi di negara Indonesia yang lokasinya terletak di bagian barat Pulau Papua. Ibukotanya Papaua Barat adalah Manokwari.


Budaya Papua Barat Seni Kebudayaan Tradisional Daerah Papua Barat

Perempuan senang sekali memakai tas. Termasuk mungkin ibu dan saudari perempuanmu. Tapi tahukah kamu kalau tas juga bisa menjadi simbol kehidupan yang baik, perdamaian, dan kesuburan? Perempuan Papua, khususnya Papua Barat memiliki tas tradisional bernama Noken yang merupakan perlambangan dari hal-hal di atas tadi.

Noken adalah kantong atau tas yang dijalin dari kulit kayu. Biasanya tas ini digantung di kepala atau leher perempuan Papua untuk membawa hasil bumi, anak babi, bahkan menggendong bayi. Selain banyaknya bawaan yang bisa dikalungkan, beberapa perempuan bahkan menggantungkan lebih dari satu noken di lehernya. Biasanya noken ini disusun bertingkat di atas punggung supaya tidak saling tumpuk dan berat.

Hal lain yang menarik dari tas tradisional ini adalah bahwa hanya perempuan Papua yang boleh membuat noken. Perempuan Papua yang belum bisa menjalin noken bahkan sering dianggap belum dewasa dan belum layak menikah. Kenapa laki-laki tidak boleh membuat noken? Karena seperti yang sudah dikatakan di awal, noken adalah simbol sumber kesuburan kandungan seorang perempuan.

Berbagai suku di Papua dan Papua Barat menyebut noken dengan berbagai nama. Kayu yang digunakan sebagai bahan baku juga berbeda-beda. Ada kulit kayu pohon Manduam, pohon Nawa bahkan anggrek hutan. Noken dari bahan anggrek ini terkenal di Paniai dan nilainya sangat tinggi. Harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

Di kampung wisata Sauwadarek, Papua Barat, kamu bisa menjumpai beberapa perempuan setempat yang membuat noken. Harga noken di Sauwadarek relatif murah antara Rp.25.000-Rp.50.000 per buah tergantung jenis dan ukurannya. Jadi kalau kamu berkunjung ke Papua Barat, noken akan menjadi oleh-oleh yang paling pas untuk ibu dan saudarimu. Setelah mengenal Budaya Papua baca juga tempat wisata indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar